Wednesday, 30 May 2018

Ternyata Iniloh Hukumnya Kalau Kita Mencicipi Makanan Saat Di Bulan Puasa



Hukum menicicipi dibulan puasa - Bulan puasa atau ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu oleh umat islam. Dibulan Ramadhan seluruh umat islam menjalankan salah satu kewajibannya yaitu shaum/puasa. Mereka tidak boleh makan serta minum hingga adzan maghrib berkumandang.

Apasih yang kamu tau tentang puasa? 


Bulan ramadhan merupakan bulan penuh hidayah serta ampunan dari Allah. Dimana disana terdapat beberapa keistimewaan dibandingkan dengan bulan lainnya. Umat islam diwajibkan untuk berpuasa. Mereka harus menahan lapar, haus hingga adzan maghrib. 

Berpuasa merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalanakan oleh seluruh umat islam didunia. Apakah berpuasa hanya menahan lapar dan haus saja?, tentu tidak. Berpuasa tidak hanya untuk menahan haus dan lapar saja, melainkan menjaga diri dan emosi kita. 

Dibulan puasa umat islam diajarkan untuk selalu tetap menjaga diri mereka dari hawa nafsu. Puasa mengajarkan umat islam untuk selalu berprilaku sabar, sopan dan santun. 

Berbicara mengenai hal yang dapat membatalkan puasa, banyak orang yang masih bingung dengan statement ini :
Batal nggak sih, kalau kita mencicipi makanan dibulan puasa?
Kalau seandainya kamu meminta jawaban sama orang lain, mungkin jawaban yang akan kamu peroleh sangatlah beraneka ragam dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang menyebutkan batal, karena itu sama saja dengan nafsu, dan ada juga yang tidak menyebutkan batal, karena tidak masuk ke tenggorokan. 


Ya, kamu akan menemukan berbagai macam penjelasan dari apa yang kamu tanyakan pada orang lain. Tapi, dalam padangan islam bagaiamana? apakah itu batal atau tidak ?

Saya akan bercerita sedikit, tentang pengalaman yang saya dapatkan saat saya berkunjung ke suatu masjid, yang bisa dibilang cukup besar dan banyak sekali orang yang mengunjunginya. Pada saat itu kondisinya lagi dibulan puasa. 

Artinya, ini cerita saya pada saat bulan puasa pada tahun 2017 kemarin. Disana saya mengikuti kegiatan ceramah yang diadakan oleh ustad setempat. Singkat cerita sudah selesai acara ceramahnya. Saat itu orang-orang pun ada yang bergegas pulang dan ada yang ingin berbuka bersama dimasjid tersebut. 

Saya ikutlah berbuka dimasjid, karena jarak antara rumah saya dan masjid sangatlah jauh, saya takut nggak keburu kalau saya pulang kerumah. Disana saya melihat banyak sekali santri yang sedang menyediakan makanan untuk orang yang akan berbuka dimasjid.

Disana saya penasaran, saya takjil nanti dikasih apa, saking penasaran saya isengkan ngintip tuh, dirumah yang sedang nyiapin masakannya. Dan disana saya melihat santri tersebut mencicipi makanan itu. Padahal kondisinya belum adzan maghrib.

Saya pun bertanya-tanya, lah itu ngapaian pake acara dicicip segala? saya berfikir mungkin dia lagi ada tamu. Biasakan kalau perempuan suka dateng tuh. Saya pun tidak ambil pusing, karena saya hanya ingin melihat makanan apa yang nantinya saya akan dapatakan.

Sambil menunggu waktunya adzan maghrib, saya pun kembali berbincang dengan para bapak-bapak yang sedang berkumpul dimasjid. Disana saya teringat dengan hal santri yang mencicipi makanan tersbut. Dengan sengaja saya pun bertanya sama ustadz, "Pak, saya melihat santri yang memasak, itu kok mencicipi makanannya ya? apa tidak puasa atau bagaimana?".

Ustadz pun tertawa dengan pertanyaan saya, beliau bilang itu tidak membatalkan puasa. Karena ia hanya mencicipi bukan maksud untuk memakan apalagi membuat perut kenyang. Terus beliau juga menjelaskan dengan cerita lain.

"Gini nih, bayangin kalau ade kerja di bar yang suka menyajikan minuman ke orang. Tentu dibar tersebut banyak sekali macam minuman serta jenisnya bukan. Seperti yang memiliki alkohol tinggi dan rendah. Nah, kalau ada orang yang mesen minum sama ade, pasti ade rasain dulu kan minumannya?

Karena, yang mesen juga pasti milih minuman yang mau dipesennya apa. Bayangin kalau misalnya dalam 1 hari, ada yang mesen 9 jenis minuman sama ade, apa ade mau nyobain semuanya?, yang ada nanti ade kelenger tuh hehe, ucap ustadz"

Makanya, satu-satunya cara dengan mencicipinya saja. Mencicipi tersebut hanya bermaksud untuk mengetahui rasanya sudah sesuai apa belum. Dan itu pun sama seperti mencicipi dibulan puasa, karena tidak masuk hingga tenggorokan. Ya, tapi jangan mencicipi terus-terusan ya, apalagi sampai masuk keperut menicicipnya.

Jadi, seandainya ada yang menyebutkan mencicipi dapat membuat batalnya puasa, nanti nasib mereka yang kerjanya masak bagaiamana?. Oleh sebab itu, islam pun membolehkan hanya sekedar mencicipi saja diujung lidah.

Dari pengalaman saya tersebut, mungkin dapat memberikan beberapa informasi yang bermanfaat. Apabila ada yang masih kurang paham, kamu bisa bertanya sama ustadz mengenai dalil yang memperbolehkan mencicipi dibulan puasa.

Akhir kata saya ucapkan selamat berpuasa bagi yang menjalankannya. Dan selalu sehat selalu untuk kita semua.


EmoticonEmoticon